Sejarah – SPM UNPAS

Sejarah

foto deklarasi SPM

Deklarasi dan Pelantikan SPM-SPI Universitas Pasundan

Menghadapi dunia yang semakin kompleks dan tingkat kompetisi yang sangat ketat (hypercompetitive) dalam dunia pendidikan tinggi, Unpas mendeklarasikan berdirinya Satuan Penjaminan Mutu (SPM) dan Satuan Pengawasan Internal (SPI) pada tanggal 9 November 2007 bertempat di Aula Unpas. Deklarasi dihadiri oleh Rektor, para Wakil Rektor dan Direktur Program Pascasarjana, para Dekan dan Wakil Dekan, serta para Ketua/Sekretaris Program Studi di lingkungan Unpas. Hadir juga perwakilan karyawan dan lembaga kemahasiswaan.

Pembacaan deklarasi dilaksanakan oleh Rektor Prof. Dr. H.M. Didi Turmudzi, M.Si., yang dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi bersama oleh Rektor, Dekan, Ketua SPM dan Ketua SPI. “Menghadapi kompetisi yang ketat baik di tingkat nasional maupun internasional, setiap PT dituntut untuk mampu meningkatkan kualitas pelayanan akademiknya melalui penetapan dan implementasi standar mutu”, kata Rektor sesaat setelah deklarasi. “Oleh karena itu agar mutu penyelenggaraan pendidikan di Unpas tetap terjaga kita dirikan lembaga SPM untuk menetapkan standar mutu dan lembaga SPI sebagai organ pengawasan pelaksanaan mutu tersebut”, lanjutnya.

Dalam implementasinya kedua lembaga baru ini merupakan aparat di bawah Rektor yang bekerja independen dan bertanggungjawab langsung kepada Rektor. Untuk pertama kalinya SPM Unpas dipimpin oleh Ir. Bambang Ariantara, M.T. (Ketua) dan Ir. Yusep Ikrawan, M.Sc., Ph.D (Sekretaris). Sementara SPI Unpas dipimpin oleh Dr. H. Yusuf Arifin, S.Si., M.M. (Ketua) dan Oman Heryaman, S.IP., M.Si. (alm.) (Sekretaris).

Prof. Dr. Ir. Deny Juanda Puradimaja, Ketua SPM ITB yang hadir sebagai saksi Deklarasi SPM-SPI Unpas sekaligus sharing pengalaman dalam pelaksanaan SPM di ITB mengatakan, “Keberadaan SPM/SPI di perguruan tinggi merupakan tuntutan seiring dengan gaung/semangat Good University Governance yang semakin santer didengungkan pada penyelenggaraan perguruan tinggi. Tanpa ini semua, sulit bagi PT untuk menjaga dan menjamin kualitas mutu pendidikan”, katanya. “Selama ini memang belum banyak PT yang mendirikan lembaga SPM dan SPI. Oleh karena itu UNPAS merupakan salah satu generasi PT pertama yang mendeklarasikan SPM-SPI”. Dari data yang tercatat di ITB, baru sekitar 18 PT dari seluruh Indonesia yang memiliki SPM-SPI, bahkan untuk SPI telah terbentuk Forum Auditor Internal Perguruan Tinggi (FAI-PT) di mana Unpas merupakan salah satu anggotanya dan menjadi sekretaris dalam forum tersebut.

Ketika ditanya program apa yang akan dijalankan pertama kali, Bambang Ariantara menjelaskan bahwa untuk tahun pertama tugas SPM akan mengidentifikasi, menganalisa dan menetapkan standar-standar mutu yang akan dicapai oleh Unpas bersama-sama dengan Fakultas dan Prodi. Sementara tugas pertama SPI menurut Yusuf Arifin adalah mengatasi gap antara kondisi eksisting dengan ekspetasi mutu proses tata kelola yang telah ditetapkan bersama dan mengawasi budaya kepatuhan di setiap unit kerja pada komitmen mutu dan akuntabilitas secara berkelanjutan.

Baik SPM maupun SPI sepakat, proyeksi ke depan SPM akan menetapkan unit/gugus kendali mutu di tingkat fakultas. Sedangkan SPI akan membentuk para auditor internal dari berbagai bidang keahlian. Keduanya diawali melalui penyelengaraan pelatihan yang akan dibiayai melalui dana hibah intitusi.